Laman

Rabu, 15 April 2015

ZAT BERBAHAYA PADA MAKANAN




A.    Pengertian Zat Aditif
Zat aditif makanan adalah semua bahan yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses pengolahan, penyimpanan, atau pegepakan makanan. Pada awalnya, orang hanya menggunakan bahan aditif makanan yang alami, seperti gula, cabe, kunyit, garam, dan merica. Akan tetapi, dengan perkembangan industri makanan yang membutuhkan bahan dalam jumlah yang besar dan waktu penyimpanan yang lebih lama, orang mulai memproduksi dan menggunakan bahan sintetis, Berdasarkan fungsinya, zat aditif makanan dapat digolongkan ke dalam pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, anti oksidan, penambah gizi, pengemulsi, pengatur keasaman, pembentuk serat, anti kempal, pemutih atau pemucat, perenyah, pengisi, pemantap, zat pengering, pencegah buih, pengkilap/pelembab, dan pencegah lengket.

B.      Bahan Tambahan Pada Makanan
 1.   Bahan pengawet
Dalam bukunya Tri Dewanti (2006) berikut ini dibahas jenis bahan tambahan makanan yang dibatasi dan yang dilarang penggunaannya karena dampaknya yang berbahaya bagi manusia. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang digunakan untuk pengawet pangan. Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, jika mengenai kulit dapat menyebabkan luka bakar, reaksi alergi, jika tertelan akan menyebabkan rasa terbakar pada mulut, tenggorokan dan perut, sakit menelan, mual dan muntah, sakit kepala, kejang hingga koma. Dapat pula merusak hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalm jangka panjang akan menyebabkan kanker. Jika tertelan formalin sebanyak 30 ml (3 sendok makan) menyebabkan kematian. Bahan pengawet seperti dietilpirokarbonat (DEP), kloroform, dan nitrofuran (ketiganya dilarang penggunaannya). Sedangkan bahan lainnya adalah natrium sulfite dan kalium sulfite, asam benzoat, natrium benzoat, Propil p-hidroksi benzoate, serta natrium dan kalium nitrit (dibatasi penggunaannya atau diatur dosisnya).
Untuk asam benzoat dan natrium benzoat bisa menimbulkan reaksi alergi dan penyakit saraf. Sedangkan natrium dan kalium nitrit, dapat menyebabkan efek seperti kegagalan reproduksi, perubahan sel darah, tumor pada saluran pernapasan, dan bisa menimbulkan efek toksik pada manusia di jaringan lemak. Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan dan tekanan normal. Boraks merupanan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat (NaB4)2lOH). Jika larut dalam air akan menjadi hidroksida dan asam borat (H2BO). Salah satu bentuk turunan borak yang sering disalahgunakan untuk pangan adalah bleng. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air dan antiseptik. Boraks dilarang digunakan untuk pangan. Boraks sangat bahaya jika terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pencernaan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut bahkan kematian. Konsumsi boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian.
2.   Bahan pewarna
Tri Dewanti (2006) bahan pewarna makanan seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, amaranth, allure merah, citrus merah, karamel, erythrosin, indigotine, karbon hitam, Ponceau SX, fast green FCF, chocineal, dan kurkumin dibatasi penggunaannya. Rhodamin B adalah pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Rhodamin B biasa digunakan untuk industri tekstil dan kertas. Rhodamin B dilarang digunakan untuk pewarna pangan. Methanil Yellow atau kuning metanil adalah zat pewarna sintetis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat atau serbuk yang digunakan untuk pewarna tekstil (kain) dan cat. Methanil Yellow dilarang digunakan untuk pangan. Bahaya akut Rhodamin B dan methanil yellow bila tertelan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Jika terpapar pada bibir dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, kering, gatal, bahkan kulit bibir terkepulas. Bahaya kronis akibat konsumsi dalam jangka panjang menyebabkan gangguan fungsi hati, gangguan kandung kemih, bahkan kanker. Amaranth dapat menimbulkan tumor, reaksi alergi pada pernapasan, dan dapat menyebabkan hiperaktif pada anak-anak. Allura merah bisa memicu kanker limpa. Karamel dapat menimbulkan efek pada sistem saraf, dan dapat menyebabkan penyakit pada sistem kekebalan. lndigotine dapat meningkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan oleh virus, serta mengakibatkan hiperaktif pada anak-anak. Pemakaian Erythrosin menimbulkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak-anak, dan efek yang kurang baik pada otak dan perilaku. Ponceau SX dapat berakibat pada kerusakan sistem urin, sedangkan karbon hitam dapat memicu timbulnya tumor.
3.    Pemanis sintetis                     
Tri Dewanti (2006) bahan pemanis sintetis seperti dulsin, aspartam, xyllotil, siklamat, dan sakharin yakni natrium dan kalium sakarin, dilarang penggunaannya. Pemanis aspartam dapat mengakibatkan penyakit fenilketonuria, memicu sakit kepala, pusing-pusing, dapat mengubah fungsi otak dan perilaku. Siklamat mempengaruhi hasil metabolismenya karena bersifat karsinogenik. Sakarin, yang nama kimia sebenarnya adalah natrium sakarin atau kalium sakarin penggunaan yang berlebihan dapat memicu terjadinya tumor kandung kemih, dan menimbulkan rasa pahit getir. Sedangkan penggunaan xyllotil akan berimplikasi pada timbulnya kanker karena bersifat karsinogenik (merangsang kanker).
4.    Penyedap rasa
Tri Dewanti (2006) penyedap rasa dan aroma seperti kafein, brominasi minyak nabati, monosodium glutamate (MSG), dan asam tannin, semuanya dibatasi penggunaannya. Pemakaian kafein yang berlebihan akan merangsang system saraf, pada anak-anak menyebabkan hiperaktif, dan memicu kanker pankreas. Monosodium glutamate menyebabkan sakit kepala, memicu jantung berdebar, mudah lemah, menyebabkan mati rasa (Chinese Restorant Syndrome), bias menyebabkan asma, kerusakan saraf, dan efek psikologi. Brominasi minyak nabati dapat menyebabkan abnormalitas pada beberapa anatomi, sedangkan penggunaan asam tarin yang berlebihan dapat merangsang kerusakan liver, dan memicu timbulnya tumor.
5.    Bahan pemutih
Tri Dewanti (2006) bahan pemutih seperti benzoilperioksida harus dibatasi penggunaannya karena merusak vitamin C, bersifat karsinogenik dan menimbulkan reaksi alergi. Bahan sekuestran seperti asam Etilen Diamin Tetra Asetat (EDTA), bias menimbulkan gangguan pada absorpsi mineral-mineral esensial seperti tembaga, besi, dan seng. Bahan tambahan makanan yang digunakan untuk memperbaiki tekstur, yaitu karboksimetil selulosa, epikklorohidrin, natrium dan kalsium karagenan, polieksietilen stearat, saponin, dan natrium alginat.
Penggunaan karboksimetil selulosa dapat menyebabkan gangguan pada usus, dan bersifat karsinogenik. Saponin mengakibatkan efek pada masa kehamilan, dan gangguan darah. Karagen bisa memicu luka pada hati, efek pada sistem imun, karsinogenik, dan menyebabkan bisul pada perut.
Penggunaan berlebihan dari Epikklorohidrin dapat menyebabkan kerusakan ginjal, karsinogenik, dan bahkan efek perubahan pada kromosom. Polieksietilen stearat dapat menyebabkan efek pada usus lambung dan urin, seperti batu pada tumor, dan kandung kemih. Sedangkan penggunaan natrium alginat dapat menyebabkan reaksi alergi dan penyerapan pada mineral esensial. Beberapa bahan tambahan makanan seperti pembentuk cita rasa seperti koumarin, safrol, minyak kalamus, dan sinamil antranilat, semuanya dilarang).
6.    Bahan antioksidan                 
Bahan antioksidan seperti asam askorbat, BHA, tert-butihidrokinon, dan tokoferol harus dibatasi penggunaannya. Bahan antibusa seperti dimetilpolisiloksan dibatasi. Bahan pengental seperti metilsellulosa, CMC, asam alginat, harus dibatasi penggunaannya. Bahan pemantap seperti propilenglikol, harus dibatasi penggunaannya. Endang Srieatimah (2006)


Sumber :
http://elib.unikom.ac.idfilesdisk1538jbptunikompp-gdl-ajiedwipra-26860-4-unikom_a-i.pdf

Minggu, 01 Februari 2015


Home Industri Permen Karet

A.     Komoditas Perusahaan
Home Industri Permen Karet merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang confectionary yang produk utamanya yaitu kembang gula. Kembang gula atau permen adalah jenis makanan selingan berbentuk padat, yang dibuat dari gula atau pemanis lain atau campuran gula dengan pemanis lain, dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan makanan lain yang di izinkan. Sampai saat ini Home Industri Permen Karet telah memproduksi banyak jenis permen yang sudah di kenal dipasaran. 
1.      Permen Keras (Hard Candy)
Permen keras (hard candy) adalah permen yang memiliki tekstur  keras dan lunak jika digigit, glassy, seringkali diproduksi dari gula, sirup, dan HMS (High Maltose Syrup) dengan penambahan zat additive untuk memperoleh rasa atau taste yang diinginkan.  Pada saat prosess cooking/pemasakan permen belum mengalami pengerasan dan masih mudah dibentuk dalam moulding, kemudian akan mengalami pegerasan, karena permen bersifathygroskopis (mudah menyerap air). Pada biasanya kembang gula (permen) mengandung kadar air maksimal 3%, maka dalam suhu dan RH  cooling tunnel dan ruangan kamar yang baik harus disesuaikan dengan karakteristik produk tersebut.
2.     Permen Kunyah (Chewy Candy)
Permen kunyah dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu chewy gum dan bubble gum. Perbedaan antara keduanya terletak pada kemampuan untuk mengahasilkan bubble (balon).  Pada bubble gum mampu menghasilkhan balon yang lebih besar  karena terbuat dari jenis gum yang mempunyai elastisitas yang lebih tinnggi. Pada biasanya gum candy mengandung gum base khusus sehingga mempunyai elastisitas yang baik. Permen ini teksturnya lebih lunak. Pada proses pengolahan permen ini ditambahkan zat additive seperti mygliol dan glukosa. Disamping sebagai penambah kalori juga untuk menghasilkan permen yang lebih lunak. Seperti : Gum Candy, Chewy Coated Gum candy, Liquid Filled Gum Candy dan Coated filled Gum Candy.
3.     Permen Bebas Gula (Sugar Free) 
Permen ini menggunakan pemanis buatan (pemanis sintetis) yang diizinkan dan dibatasi penggunaanya.  Permen ini dibuat untuk para penderita diabetes atau orang yang membutuhkan makanan yang berkalori rendah.
B.     Penanganan QC Perusahaan
QC (Quality Control) adalah suatu seseorang  yang bertugas mengontrol dan mengawasi mutu produk agar selalu dalam lingkup standar yang telah ditetapkan. Kegiatan utama QC adalah mengawasi mutu produk mulai dari bahan baku, proses produksi, sampai produk jadi agar tidak terjadi penyimpangan. Sehingga mutu / kualitas produk tetap terjaga, mempunyai mutu yang tinggi.
C.      Penanganan Limbah Perusahaan
Penanganan limbah di home industry ini, tidak dilakukan sendiri akan tetapi penanganan untuk limbah padat dilakukan oleh Home Industri Permen Karet yang lainya, karena sudah ada alat dan tempat untuk penanganan limbah padat. Home Industri Permen Karet juga menghasilkan limbah padat dan cair, seperti : plastik, karung, besi, adonan, kertas atau karton dan lain-lain.Sedangkan untuk limbah dari produksi seperti air bekas pencucian, air proses, sisa flavour dilakukan perlakuan terlebih dahulu dengan cara pengendapan senyawa-senyawa kimia yang mungkin membahayakan dengan tujuan untuk mengurangi kadar COD (chemical on demand) sebelum disalurkan melalui pipa ke pengolahan limbah di sekitar industri.Cair  yang sudah mengalami proses netralisasi maka akan diangkut oleh petugas yang berada di sekitar industri dan selanjutnya akan dilakukan penetralan lebih lanjut agar tidak mengandung zat kimia berbahaya atau logam berbahaya yang dapat merusak lingkungan.Dari semua jenis limbah tidak semuanya dibuang atau diproses lagi, tapi masih ada limbah yang bermanfaat untuk bahan tambahan makanan bagi ternak misalnya : gula atau gula yang memadat dari hasil proses yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
D.     HRD dan standard Pegawai Perusahaan
HRD adalah seseorang yang menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manager dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.
E.      Produk hasil olah dan sasaran pemakai lokal
Produk yang dihasilkan Home Industri Permen Karet dipasarkan ke seluruh wilayah indonesia yang meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
F.      System Pemasaran produk
Produk yang di hasilkan oleh Home Industri Permen Karet ini di distribusikan secara lokal melalui pasar tradisional maupun pasar swalayan yang berada di dalam dan di luar kota.
G.     Pola Kerjasama, Anak binaan Usaha
Dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan, Home Industri Permen Karet bekerja sama dengan karyawan dan  masyarakat sekitar lingkungan pabrik dalam pengelolaan usaha koperasi.  Koperasi ini menyediakan semua varian produk yang dibuat oleh PT. Gum Candy serta menyediakan keperluan sehari-hari. Anggota dari koperasi tersebut adalah karyawan serta masyarakat sekitar.
H.    Kepedulian ke Lingkungan sekitar Perusahaan ( beasiswa, Rekruit tenaga kerja sekitar, dana social, pengabdian masyarakat dll)
Bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar dicurahkan dalam bentuk :
1.      Memberikan bantuan yang kurang mampu, anak yatim ketika bulan ramadhan.
2.      Memberikan penyuluhan mengenai arti penting kesehatan ke sekolah-sekolah terdekat.
3.      Memberikan bantuan ke masyarakat dengan melalui donor darah yang dilakukan tiap dua bulan sekali yang di ikuti oleh seluruh karyawan.
4.      Memberikan beasiswa biaya prestasi untuk anak karyawan.
5.      Ikut dalam partisipasi warga sekitar dengan mengikuti program lingkungan bersih.
6.      Melakukan rekruitment tenaga kerja setelah mereka dinyatakan lulus.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              


SEKIAN DAN TERIMA KASIH